Program Pemilihan Sampah Pemkot. Warga : Tidak lagi Repot, Sekaligus Menghasilkan Uang

Wali kota Kendari Siska Karina Imran (SKI)
Wali kota Kendari Siska Karina Imran (SKI)

Kendari, Sultra – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI) akan menjadikan 11 kelurahan dari 11 kecamatan sebagai pilot project pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan melakukan sosialisasi pengelolaan dan pemilihan sampah pada 11 kelurahan yang ditunjuk.

Salah seorang warga lepo-lepo bernama Soli mengaku senang dengan program Wali kota Siska menurutnya, sebagai warga dirinya tentu tidak lagi repot mencari tempat untuk membuang sampah dan bisa menghasilkan uang.

“Sampah itukan yang bikin lingkungan kita jadi kotor, tercemar karena bau sampah, dengan adanya solusi dari Ibu Wali seperti program ini, kemungkinan kita tidak lagi repot mencari tempat untuk membuang sampah, sekaligus juga bisa menghasilkan uang, tinggal kita pilah-pilah saja.” Jelasnya.

Sementara itu Alex Indra warga perumahan di  Wundumbatu juga mengaku senang mendengarkan kabar tersebut, menurutnya itu dalah cara ideal untuk mengatasi permasalahan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga. Ia pun mengakui kebiasan tersebut telah lama ia lakukan sedari dulu, seperti memilah sampah sesuai dengan jenisnya.

“Orang tuakan dulu dikampung itu petani sayur, jadi sampah itu sendiri kami olah sendiri. Sampah organik masih bisa dibuat pupuk untuk tanaman, kalo sampah plastik kami kumpulkan di satu tempat dan biasanya ada pengepul yang membelinya,makanya saya senang kalo ada program seperti ini.” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran(SKI) hendak membangun budaya baru mengenai sampah hasil studi tiru di Bali. Mulai dari rumah tangga hingga penerapan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan bank sampah.

“Sampah bukan musuh kita, justru sampah adalah uang. Sampah itu kita yang hasilkan, jadi harus kita rawat dan kelola agar memberikan manfaat,” ujar Siska.

Iapun meminta seluruh camat dan lurah untuk aktif mendukung program ini, termasuk menyiapkan lokasi permanen bagi pengembangan bank sampah di wilayah masing-masing.

Berikut 11 kelurahan yang ditunjuk menjadi pilot project pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat Tahun 2025 :

1. Kelurahan Kandai
2. Mandonga
3. Puuwatu
4. Bende
5. Mataiwoi
6. Lepo-lepo
7. Mokoau
8. Wundumbatu
9. Lapulu
10. Bungkutoko
11. Watu-watu.

(T1M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *