Begini Konsep “hardware–software–heartware” yang buat Tertarik Wali Kota Siska

Momen Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama 24 Kepala Daerah Peserta Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD)

Singapura — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI) bersama 24 Kepala Daerah Peserta Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD) berkesempatan memperoleh wawasan langsung dari ahli perkotaan terbaik Singapura, tentang praktik terbaik dalam mewujudkan perumahan publik yang inklusif, berkelanjutan, dan saling terhubung.

Hal itu dipaparkan oleh Prof. Fong Chun Wah seorang Professor dari National University of Singapore (NUS), yang membawakan materi tentang keberhasilan Singapura dalam mengintegrasikan perumahan rakyat dengan konsep kota layak huni, hijau, dan berbasis komunitas.

Prof. Fong bercerita pada awal kemerdekaan Singapura, negaranya menghadapi krisis perumahan, untuk itu pemerintah melalui membentuk Housing and Development Board (HDB) pada tahun 1960 dengan mulai membangun rumah susun publik berskala besar untuk menampung populasi urban yang terus meningkat.

“Kini, lebih dari 80% penduduk Singapura tinggal di apartemen HDB, dengan lebih dari 90% di antaranya menjadi pemilik rumah sendiri, hasil dari Home Ownership Scheme yang diperkenalkan pada 1964 dan diperkuat lewat skema tabungan sosial Central Provident Fund (CPF).” Ungkap Fong.

Lebih lanjut Prof, Fong menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan stabilitas nasional sebagaimana pesan mendiang Perdana Menteri Lee Kuan Yew.

“Jika setiap keluarga memiliki rumah sendiri, negara akan lebih stabil, oleh karenanya pemerintah harus memastikan keterjangkauan Harga perumahan publik melalui berbagai subsidi dan hibah hingga S$14.000 per bulan dan bantuan mencapai S$230.000 bagi pembeli pertama.” Jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (SKI) menyoroti konsep “hardware–software–heartware” yang juga diungkap oleh Prof. Fong dan menjadi kunci kesuksesan perumahan umum di Singapura.

“Hardware mencakup infrastruktur fisik, seperti ruang hijau, taman bermain, fasilitas kebugaran, dan area komunal yang mendorong interaksi sosial. Software mencakup kebijakan integrasi etnis dan sistem pemilihan unit yang adil untuk menjaga keberagaman sosial, sedang Heartware menekankan pada pemberdayaan komunitas melalui program Heartland.” Jelas Siska.

Materi berikutnya dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Punggol New Town yaitu salah satu kawasan percontohan smart and sustainable living yang mewujudkan prinsip hidup sejahtera, hidup hijau, dan hidup terhubung.

Dari situ, Wali kota Siska kembali menambah pengetahuan berharga, tentang bagaimana kebijakan perumahan dapat menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat kota kendari.

“Kunjungan ini memberi inspirasi bagi saya dan bagi masyarakat kota kendari khususnya dalam menyusun kebijakan pengembangan kawasan perumahan publik yang berkelanjutan serta menjadi instrument pemerataan kesejahteraan yang inklusif, hijau, dan terhubung.” tutup Siska.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *