Kendari, Sultra – Hasil studi tiru di desa Penglipuran Kabupaten Bangli – Bali mulai diseriusi oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (SKI) untuk masyarakatnya. Selasa (28/10/2025)
Sebelum diterapkan secara menyeluruh di Kota Kendari pada tahun 2026, Wali Kota SKI akan memulainya dengan membentuk pilot project perwakilan kelurahan pada setiap kecamatan sebagai lokasi percontohan di tahun 2025 ini.
“Ini penting agar kita memiliki contoh yang jelas dan bisa menjadi acuan. Dari sana, kita bisa menilai dan memperbaiki sebelum diterapkan di seluruh kelurahan”, Jelasnya.

Siska menambahkan, tujuannya ini untuk membangun kesadaran dan budaya baru masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena itu, pentingnya komitmen dan ketulusan para lurah, masyarakat dan perangkat di lapangan.
“Urusan kebersihan ini harus dijalankan dengan hati. Kita harus ikhlas, sabar, dan tenang, karena pasti akan ada tantangan di lapangan”, tegasnya dihadapan para camat dan lurah se-kota Kendari di ruang Samaturu Balaikota.
Wali Kota Siska juga mengingatkan agar aparat pemerintahannya tetap menjaga komunikasi yang santun dan empati kepada masyarakat karena itu kunci keberhasilan program.
“Jangan bicara kasar, karena ini tentang pelayanan publik. Kalau kita melayani dengan hati, masyarakat juga akan ikut bergerak menjaga lingkungannya”, Perintah SKI kepada para camat dan lurah se-kota Kendari.

Terakhir, Siska berharap Program ini menjadi era baru menuju transformasi besar dalam pengelolaan sampah di Kota Kendari.
“Dengan percontohan yang berjalan baik di tingkat kelurahan, sistem baru ini akan berhasil menciptakan kota yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan pada tahun 2026.”
Berikut alasan mengapa SKI tertarik belajar pengelolaan sampah ke Desa Penglipuran Bali :
Desa Penglipuran adalah desa adat paling bersih nomor tiga di Dunia yang tetapkan UNESCO yang terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Penglipuran tak hanya mendapatkan penghargaan sebagai desa terbersih di dunia, baru-baru ini UN Tourism mengumumkan daftar 52 desa terbaik di dunia dalam ajang tahunan The Best Tourism Villages 2025 yang disampaikan pada 21 Oktober 2025 di Madrid, Spanyol.
Desa penglipuran mewakili Indonesia untuk bersaing dengan beberapa negara diantaranya Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan India.
Alasan Desa penglipuran mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut adalah karena tata ruang tradisional dan budayanya yang ramah lingkungan.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa desa Pelipuran memang patut dijadikan contoh oleh orang nomor satu di Kota lulo untuk di terapkan di kota Kendari. (T1M)












