Singapura — Saat ini Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI) bersama jajarannya terus berupaya mengedukasi warganya tentang sampah demi menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk Kota Kendari semakin maju.
Untuk itu, Wali kota Kendari Siska Karina Imran serius belajar tentang bagaimana strategi Singapura dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam melalui filosofi Clean, Green and Blue — bersih, hijau, dan biru.
Dalam sesi pembelajaran pada kegiatan KPPD 2025 yang dibawahkan oleh Mr. Colin Goh yaitu Director of Waste Infrastructure Operations & Management Division di National Environment Agency (NEA) Singapore. Selasa (11/11/2025).

Colin Goh menekankan bahwa keterbatasan lahan menjadi pendorong utama inovasi pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular di Singapura. Dengan hanya satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pulau Semakau, pemerintah memastikan setiap ton sampah dikelola dengan efisien.
“Keberhasilan Singapura bertumpu pada sinergi tiga pilar utama: pemerintah sebagai regulator dan pengarah kebijakan, industri sebagai inovator dan pelaksana solusi berkelanjutan, serta masyarakat sebagai pelaku utama perubahan perilaku”. Ungkapnya.
Kampanye seperti Say Yes to Waste Less dan Recycle Right telah berhasil menumbuhkan budaya tanggung jawab lingkungan di tingkat rumah tangga dan komunitas. Singapura sendiri menghasilkan sekitar 18.000 ton sampah per hari, di mana 50% didaur ulang dan 48% diubah menjadi energi listrik. Sementara itu, abu hasil pembakaran diolah kembali menjadi material konstruksi ramah lingkungan melalui inovasi NEWSand.

Bagi Wali Kota Kendari, pembelajaran ini menjadi pengetahuan konkrit dalam memperkuat kebijakan dan inovasi pengelolaan sampah di Kota Kendari.
“Kami melihat bagaimana disiplin, teknologi, dan kesadaran publik berpadu untuk menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi kami untuk memperkuat arah pembangunan Kendari agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga hijau dan ramah lingkungan,” ujar Wali Kota Kendari usai kunjungan lapangan di TuasOne Waste-to-Energy Plant.
Pada akhirnya kata Siska, pendekatan Clean, Green and Blue Singapura membuktikan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan hanya dapat dicapai melalui perencanaan matang, kebijakan yang konsisten, serta partisipasi aktif masyarakat semua dilakukan demi untuk mendukung pusat ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD) 2025, di mana sebanyak 25 kepala daerah terpilih, termasuk Wali Kota Kendari SKI mendapatkan kesempatan untuk mempelajari langsung sistem pengelolaan lingkungan terintegrasi dari negara yang dikenal sebagai pusat perekonomian terbesar ketiga di dunia.












